Kamis, 14 Februari 2013
“Monolog” ORANG GALAU
kisah fiktif yang sengaja di Nyatakan
Oleh: ary
Suatu malam diselimuti dinginnya kabut dari angkasa, terdapatlah seorang anak manusia yang hidup sendiri. Menjalani hidup dengan kesepiannya, menjalani hidup dengan kehampaannya. Berpikir siapa yang membuat semua itu. Disanalah monolog ini dimulai.
Setting adalah sebuah ruang yang hampa penuh dengan barang-barang bekas barang tak berguna, beberapa kotak begeletakan. di tengah panggung terdapat tali gantungan yang sengaja dia buat untuk menggantung dirinya sendiri.
Duduk pada pojok depan panggung sambil memunguti putung-putung rokok dari setumpuk sampah disekitarnya.
Dia adalah anak muda yang gagal dalam menggapai mimpinya...! bukan gagal dalam cinta..,.. karena cinta hanya sebatas didalam kolor. Sedangkan mimpi itu adalah cita-cita yang mulia untuk hidupnya yang akan datang.
Menyalakan rokok dan berfantasi dengan pikirannya.
Aku diam sendiri untuk merujuk sebuah kisah yang mungkin sudah usang sekarang untuk kuungkap, aku bertugas membuat manusia semakin galau menikmati sisa hidupnya, walau dalam keseharianku aku hidup normal apa adanya. Berjalan tak meniti jalan dan berjalan menikmati dingin malam dan panas hari.
Kisahku bermula saat aku telah putus asa akan mimpi-mimpiku, mimpi dari cita-cita menjadi egoistis untuk menciptakan sesuatu yang berharga untuk diriku sendiri. Menjalani kisah yang semakin hari semakin membisu terlelap dalam kelamnya malam terbuai dalam panasnya siang. Saat itulah aku merasakan ubun-ubunku tak mampu merasukkan hawa dingin, saat bulu kudukku tak mampu berdiri saat kurasakan dingin, saat aku tak mampu berkeringat lagi saat air dalam tubuhku selalu kutorehkan dalam tangisanku tiap hari untukmu. Itulah kenyataan yang pahit yang harus ku dera walau sakitnya melebihi dari apapun juga.
Berdiri menatap kedepan kosong yang kemudian dia mondar mandir seperti kebingungan dan berhenti pada tiang gantungan berbicara diantara tiang tersebut
Lagi-lagi ku teringat hari itu, hari selasa saat pertama aku bangun dari tidurku setelah beberapa lama aku tak henti-hentinya merengek-rengek memanggilmu, menjadikanmu dewa baru untukku menjadikanmu tuhan baru untukku. Sebenarnya aku ini bertanya-tanya untuk apa memikirkanmu. Untuk apa aku menidurimu dalam kelam kabut keabadian pada mimpiku. Sajak-sajak yang kutulispun tak berpengaruh akan penghargaan atas dirimu. Yang kau butuhkan hanya satu, Orang terdekat denganmu. Orang yang setiap hari bersamamu menemanimu dalam susah maupun bahagia. Itulah sebenarnya yang kamu inginkan. Dan kembali lagi kepada malam itu. Saat itu aku melihat sebercak cahaya seakan mau masuk melalui ruas-ruas jendela kamarku. Entahlah cahaya itu bertuliskan sesuatu tapi aku tak mampu untuk membacanya. Dan akhirnya aku menyadari dan mengetahui apa yang masuk ke dalam jendela kamarku.
Lagi-lagi bayanganmu yang busuk selalu menyertaiku, bayanganmu yang sudah tak kuhendaki terus datang menghampiriku. Datang menelusup bagai duri yang masuk kedalam kulit kakiku sangat sulit untuk ku keluarkan. Kenapa kamu menjadi racun buatku. Beberapa hal itu yang selama ini kudera terus menerus menakutiku dalam malam dan siang yang biasa kulewati dengan keceriaan. Selama dua tahun ini aku rasakan yang berbeda.
Dan hari ini seperti biasa aku adalah orang terakhir yang berada disini, terakhir menikmati kegelisahan itu sendiri. Semua serba sendiri berjubel tanpa ada kawan disamping hanya mata hati yang tertutup saat ku inginkan sebuah kehadiran sosoknya dalam gelapku yang selalu menjadi embun dalam ruang-ruang waktu yang membualkan. seperti tak ada lagi kisah selanjutnya aku merenung sendiri menikmati kenistaan yang sengaja ku buat sendiri. Sungguh ini merupakan cerita fiktif yang sengaja aku munculkan kedaratan dari ruang bawah sadarku kumunculkan secara nyata hingga merasuk dan mencaci tubuh dan relung hatiku sendiri.
Oh ya... aku pernah diberi sebuah nasehat oleh temanku yang mungkin sekarang aku suka. Dia bercerita padaku tentang kabarnya bahwa dia kehilangan atas segala satu-satunya yang bearti dalam hidupnya. Dia katakan aku bisa tabah atas semuanya yang terjadi padaku.! kenapa kamu tidak padahal seyogyanya kamu masih memilikinya secara lengkap.. yah... orang tuamu. Sejak itulah kata-katanya selalu ada dalam benakku walaupun perasaan atas ingatanmu sangat besar mengalahkan segalanya tapi aku masih mampu mengalahkannya
.
Menuju sebuah kotak dan ditumpuklah kotak-kotak itu menjadi sesuatu bentuk yang tinggi dan bisa untuk dinaiki
Naik ke kotak-kotak tersebut.
Sudahlah kenapa pikiran ini selalu tertuju padamu. Aku adalah binatang galau dari kumpulan bukan orang terbuang. Sendari dulu tak bisa kuhentikan tak bisa kutuliskan dalam secarik kertas yang mana mereka selalu menganggapku tak ada dengan keberadaannya. Aku manusia galau tapi bukan untuk galau. Aku manusia sendiri, hidup memakan diri untuk diri yang akan mati. Karena aku yakin tuhan itu ada. Tuhan menjanjikan jika hidup ini hanya sementara saja.
Sebenarnya aku tak mampu menghadirkan simbol dalam pertunjukan ini aku hanya mampu menghadirkan kegelisahanku. Kesetiaan dan pengabdian dibalas dengan luka yang memborok dalam sanubariku yang selalu menyertai hari-hari ku yang tak ku buat indah lagi karena kamu. Aku tak ingin hanya menyalakanmu karena ini adalah salahku sendiri aku benci dengan diriku sendiri yang begitu hina dalam keberadaannya.
Turun menatap keatas menangis seperti orang memanjatkan doa.
Kepada siapa aku harus meminta kepada siapa semua ini aku harus katakan jika kamu sengaja menutup telingamu untuk diriku. Apa yang kamu inginkan dariku. Dendammu karena aku yang tak pernah mempedulikanmu dulu karena mimpi-mimpi bertumpuk membentuk sebuah monumen instalasi yang membuat penampilannya menjadi artistik. Mimpi-mimpi yang bisa dikatakan masih absurd keberadaannya. Mimpi-mimpi jika ia dikumpulkan akan menjadi seribu kata-kata indah yang mengalahkan akata-kata indah dalam tulisan sang penyair. Mimpi-mimpi untuk mengumpulkan seribu burung kertas untuk menggapai suatu impian yang menjadikannya sebuah mitos legenda dari manusia. Bedebah.. mimpiku tak lebih dari sekumpulan sesuatu yang kutumpuk dalam karung menjadi busuk karena sengaja kubusukkan sendiri.
Oh.... Masih terus saja kamu menyelinap dalam pikiranku padahal aku sengaja memutar musik ini sampai genderang telingaku ingin pecah. Masih saja kau melukis wajahmu di mataku padahal mataku sengaja aku tatapan pada seberkas layar dan Masih saja kau tulisakan namamu saat aku sedang menulis kisah ini. Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku atau aku menginginkan sesuatu darimu.
Duduk terlungkup menangis menjerit merasakan sakit sehingga membuatnya sesak,
Aku lagi-lagi merasakan sesuatu yang tak kuinginkan ini datang selalu menyerangku dalam kegelisahan yang sengaja kuciptakan. Ooooorrgg(kesakitan) berjalan untukku oh kekasih malamku aku membuntuhkan sentuhanmu untuk pengobat laraku ini. Aku cukup setia untuk menunggumu sampai aku mati. Aku cukup tuk menjadi bangkai yang kemudian akan kau abaikan. Oh aku ingin berjalan menuju keabadian. Tuhan katakanlah apakah aku akan merasakan bahagia sepertinya. Apakah Kelak kegelisahanku ini akan berakhir. Aku tak kuat rasanya harus menanggung semua hanya untuk satu orang, satu orang yang tak pantas mendapatkan semuanya dariku. Tapi sengaja aku memikirkannya sengaja aku torehkan kedalam hati dan pikiran ini untuk menjadi kertas yang abadi yang tumbuh dalam kegelapan dengan tetes air mata sebagai pembangun rohnya.
Berdiri kembali menatap kedepan ke kiri panggung
Semoga kisaku tidak membuat pembaca dan pendengar semakin galau untuk mencaci memaki kisah yang tak sungguh-sungguh penting ini. Kisah ini hanya sesuatu dalam tubuh yang ingin kukeluarkan seperti TAI.. yang selalu kukeluarkan setiap hari. Dan sebenarnya kisah ini masih panjang mau kah kalian mendengarkanya..? (bertanya pada penonton)
Baik jika kau tak mau mendengarkan akan aku ceritakan satu kisah lagi untuk menutup cerita ini (menghidupkan rokok yang sempat terinjak olehnya di awal monolog). Ini kisah tentang keseharianku yang sengaja ku buat menjadi tidak nyaman. Dulu aku membuat semuanya seperti ini menempaktkan sesuatu pada kondisi yang teramat baik dan memang pantas untuk dijadikan pujian. Kulakukan satu persatu, tahap demi tahap kuinginkan dia berada di atas langit menggapai kejayaan yang luar biasa. Tapi sekarang aku berada ditempat itu merasa tak nyaman sendiri karena sesuatu itu yang sangat menggajal. Sesuatu itu membuat kondisi menjadi bobrok kembali. Aku bertanya kenapa kau lakukan, begini keadaan yang seharusnya...! kenapa kau lakukan itu mana wujud pengahargaanmu untukku. Apa yang kalian inginkan? Apa?
Memandang kesisi kanan
Sesungguhnya saat aku berada pada tempat itu aku inginkan sebuah revolusi disegala lini yang menjadikanmu seuatu yang bergharga untuk dirimu sendiri. Ini untukmu bukan untukku. Apa susahnya kalian mempertahankan dan melestarikan budaya yang sudah lama sekali ingin kumunculkan kembali. Dan akhirnya saat aku berada disana aku menjadi Galau, aku di gelisakan oleh keadaan yang kubuat sendiri. Aku membuat otakku enggan berfikir jernih enggan untuk menuangkan ide kreatifku pada tulisan. Pada apa yang harus kuhantamkan hati dan pikiran ini yang selama ini membuatku buta. Buta sebuta-butanya, buta menjadi tuli, tuli menjadi bisu, bisu menjadi tuna dan tuna menjadi autis.
Menyalahkan diri sendiri (marah)
Sebenarnya keGalauan ini kumunculkan sendiri, sebenarnya rasa ini kumunculkan sendiri, sebenarnya kegelisahan ini kumunculkan sendiri. Semua berpusat pada pikiranku. Dan tidak ada orang yang tak pernah mengalami galau karena galau itu adalah sebagian sifat yang jelek, karena akan memunculkan rasa yang dilarang dalam agama, karena galau akan membuat iri, dendam, tidak tau diri dan sombong. Itulah sebenarnya aku tahu atas keberadaan galau dalam diriku tapi hanya sebatas teori untuk itu. (berjalan ketali gantungan) Dalam keadaanku galau itu adalah menu utama yang tak bisa hilang akan kujadikan candu seorang wanita itu dan wanita itu menjadikaku candu padanya yang akhirnya menjadi candu untuk sendiriku dan aku akan mencandukan galau lagi. Semoga ini tak berlaku untuk kalian.semoga saja...!
Memegang tali tiang gantungan memainkanya dan memotong tali tiang tersebut dan memikul tiang dan memukulkan kepada kepalanya.
Lampu mati,
Monolog Selesai
Jember 16 agustus 2012
MONOLOG
MONOLOG
KENAPA HARUS JACK
PANGGUNG ADALAH SEBUAH REPLIKA SEBUAH PEMATANG SAWAH, YANG HANYA TERDIRI DARI BEBERAPA TUMBUHAN PADI, DAN POHON YANG TINGGAL RANTING SAJA. BESERTA DAUN-DAUN KERING YANG BERSERAKKAN, DENGAN DIIRINGI SUARA MUSIK YANG MEMBISINGKAN TELINGA, MUNCUL AKTOR YANG BERNAMA JACK SECARA TIBA-TIBA DARI BALIK POHON KERING.
Jack (MEMANGGIL) Ibu, ibu, Ibu.....
Tidak ada yang mendengar, apakah ia telah tuli setuli bumi ini,
Ibu... ibuu... tidakkah kau mendengar jeritan anakmu ini
Aku haus,,,
Aku kepanasan.....
Aku berkeringat....
(MENGHELA NAFAS PANJANG)
(DUDUK LEMAS ) apa yang telah terjadi, aku berada di tempat apa ?
Apakah ini bumi yang katanya satu-satunya sumber kehidupan,
Kehidupan macam apa ? semua serba mati, kering dan panas....
Ini bukan bumi, ini Indonesia, yah negara Indonesia yang GEMA LIPAH LOH JINAWI...
Indonesia, berbicara indonesia aku jadi teringat sesuatu,,,,
Dahulu kala berdiri sebuah kerajaan yang bernama majapahit, kerajaan tersebut sangat makmur sehingga rakyat hidup sejahtera. Bahkan wilayahnya pun hampir seluruh nusantara...!
Oh selain majapahit ada juga kerajaan besar yang bernama sriwijaya, kerajaan tersebut sangat kaya raya, memiliki armada laut yang kuat, dan wilayah kekuasaan yang hampir meliputi sumatera, jawa dan kalimantan...
Tapi kenapa yang sejahtera dan kaya raya menjadi seperti ini?
Mungkinkah ini kutukan alam...!
(MENGINGAT SESUATU) entah aku dapat dari mana pengetahuan itu, yang jelas sewaktu kecil aku pernah mendengar nenekku bercerita kepadaku, karena aku tak sekolah, jadi jangankan sejarah hitung-hitungan pun tidak bisa.
(TIBA-TIBA ANGIN KERING MENIUPKAN KEARAH JACK) angin tak lagi menyegarkan, aku yang berkeringat seperti ini, tetap saja berkeringat.
(BERDIRI MELANGKAH DAN DUDUK DI ATAS BATU BESAR) jika hanya bercerita seperti ini sama saja TONG KOSONG NYARING BUNYINYA . aku harus melakukan sesuatu, ya..
(SEOLAH-OLAH MENJADI SESEORANG PEMBICARA) seharusnya kita menjadi manusia yang peduli pada lingkungan efek rumah kaca sudah kita rasakan, apa penyebabnya, ? salah satunya adalah ulah dan tingkah laku kita sendiri, kita membuat polusi, merokok, membuang sampah sembarangan dan membuat kebisingan dan tidak memperhatikan kelangsungan kehidupan....! maka dari itu lakukanlah pelestarian lingkungan, hindari merokok, dan membuat polusi udara...!
(TERSADAR) lho kenapa harus aku yang berbicara seperti itu, aku hanya orang biasa yang tidak tahu muncul dari mana, dan hari ini pun hari apa? akupun tidak tahu...
(MENCARI SESUATU DAN MENEMUKAN SEBUAH RANTING YANG SUDAH RAPUH) (MENYANYI) Kenapa harus seperti ini, terasa sepi, sendiri disini, haruskah aku kembali lagi, entah kemana, ku harus kembali,
Ah kemanakah harus bertanya .... dimana aku, siapa aku, kemana aku, bagaimana aku....?
Kenapa harus datang panas ini, kenapa kekeringan di sekitarku... ada apa dengan alam ini, ada apa dengan udara dan suhu yang ku rasakan.
Oh ibu... oh ibu,,,, oh ibu maafkan aku..
(TERJATUH LEMAS) (MEMBUKA BAJU) tempat apa ini ? aku sudah tidak kuat lagi menghadapi keadaan yang seperti ini, panasnya minta ampunnn....!
Aku tahu apa yang menyebabkan keadaannya seperti ini, ini tak lain dan tak bukan ialah ulah kita sendiri... ya bukan.... (TERTAWA)
(TERSADAR) ohh kenapa menyalahkan diri sendiri, memang kita melakukan apa?
(MENJADI ORANG LAIN) kenapa kau menyalahkan kami, memang apa salah kami adakah keraguan yang datang di benakmu sehingga membuatmu berpikir seperti itu.
(KEMBALI KE DIRINYA) he... aku tak berbicara main-main, ini pembicaraan serius dan memang benar kitalah yang berperilaku jahat dan semena-mena terhadap kelestarian alam ini... siapa yang berkata kalau pembicaraanku ini adalah hanyalah main-main, kau ...! apa kau...! dan apa kau....!
(MENJADI BINATANG) aku tidak tahu apa-apa aku saja mencari makan susah karena sekarang rumah ku ini tak seperti dulu lagi.
(KEMBALI KE DIRINYA) hmm benar-benar sekali lah siapa yang menganggap pembicaraan ini adalah main-main? Ah sudahlah tidak penting membicarakan semua itu.
Yang penting ialah bagaimana aku bisa kembali ke asalku...! dan yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan sesuatu untuk perubahan yang benar-benar perubahan.
(BERPIKIR) (SAMBIL BERSIUL-SIUL) kenapa saat aku bersiul seperti ini tak ada burung yang menyahut siulanku...? memang aneh benar-benar aneh...
(MENYANYI) mungkin alam telah bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa..
Akhirnya aku dapat menarik kesimpulan bahwa penyebab semua ini adalah Tuhan... ya tuhan mulai bosan akan tingkah kita.
Tuhan telah menciptakan bumi beserta isinya, menciptakan alam semesta beserta penghuninya...
Nah semua itu tergantung pada kita, bagaimana kita menjaga atas pemberian tuhan itu, apakah kita harus semen-mena apakah kita harus saling menyalahkan, apakah kita harus selalu setia menunggu sebuah peristiwa yang benar-benar sakral untuk manusia.
Dan perstiwa itu benar-benar akan datang, kita lihat saja sekarang apa yang aku rasakan atas suasana dan cuaca saat ini, panas bukan..! apabila suatu benda sering terkena panas pasti akan hancur, dan mungkin saja sebentar lagi matahari bukan lagi menyinari tetapi menghantui....!
Peristiwa itu akan dan pasti datang....
Ingat keberlangsungan hidup kita terancam..
(TERJATUH LEMAS) apa ini, perkataan apa yang lahir dan keluar dari ulu hatiku ini, sekarang ku dihadapkan oleh sebuah ancaman dan kegelisahan akan diriku dan kebenarannya... kenapa harus aku yang seperti ini, kenapa mesti terjadi..!
Ibu,,,,, ibu..... kenapa aku harus memanggilmu, kenapa...!
Dimanakah anakmu ini berada, ini tempat apa..? apakah ini neraka yang kau pernah ceritakan kepadaku, kenapa tempat ini kering dan mataharinya tak bersahabat. Mungkinkah karena perubahan inilah yang membuatku berada disini, apa benar aku yang diutus untuk menolong umat manusia?
Ah tidak itu hanya omongan yang tak ada ujung kebenarannya...! pastikanlah kepada kau yang melihat ini semua. Aku datang bukan untuk menolong dan untuk di tolong. Tapi aku mencari jawaban apa sebanarnya yang terjadi padaku, kenapa aku harus berada disini...?
(TIBA-TIBA MUNCUL CAHAYA ANEH MENYOROT KEPADA SATU TITIK) oh kenapa sekitar gelap.. aku tidak merasakan apa-apa tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar... gelap....
(BERPUTAR-PUTAR) oh kenapa ini- kenapa... ibuuuu ibuuuu ibuuuu, apa yang terjadi... apa yang terjadiii..
(TERJATUH LEMAS) (MENANGIS) (MENYANYI) ohh ibuuu ibuku, ibumu ibu kita semua, apa yang terjadi pada tempat ini, apakah naluri seluruh umat manusia telah mati akan alam ini.. sehingga kegelapan, kengerian dan keheningan ini tercipta...!
(CAHAYA WARNA SENJA MENYALA) ahhh akhirnya aku bisa merasakan semua, (TERINGAT) kenapa aku tadi berbicara seperti itu,,..! siapakah aku? Dimanakah aku?(DIAM)
Sejak tadi aku muncul dan secara tiba-tiba aku disini, aku terus bertanya siapa aku, dimana aku dan kenapa aku?
Semua pasti tak akan menemukan jawabannya, dan pasti akan buntu....!
Jika dpikir-pikir tadi aku merasakan panas, merasakan kegelapan, dan sekarang aku merasakan akhir dari penderitaan.. yah ini senja kan? sebentar lagi akan datang malam ? Ini mungkin pertanda akhir dari kehidupan...
(TERSADAR) tidak-tidak aku bicara apa, (DIAM) nglantur..!
(CAHAYA KEMBALI TERANG) lihat panas datang lagi dan bahkan sekarang ditambah dengan hujan, kenapa dengan tempat ini, kenapa ..? apa yang telah kita lakukan ? apa yang kau lakukan dan aku lakukan? Semua berkisar kepada kita...! aku ,...... aku mungkin adalah kegelisaan dari diriku yang telah lama mati.... karena aku yang membuat semua ini terjadi... dan mungkin tempat ini adalah tanah kelahiranku....
Ibu......
Ibu....
Ibu....
Ibu.... pertiwi,,,....
Ibu bumi...........
Lampu fade out... diiringi musik menyayat.....
Jember, 5 Juni 2011
KENAPA HARUS JACK
PANGGUNG ADALAH SEBUAH REPLIKA SEBUAH PEMATANG SAWAH, YANG HANYA TERDIRI DARI BEBERAPA TUMBUHAN PADI, DAN POHON YANG TINGGAL RANTING SAJA. BESERTA DAUN-DAUN KERING YANG BERSERAKKAN, DENGAN DIIRINGI SUARA MUSIK YANG MEMBISINGKAN TELINGA, MUNCUL AKTOR YANG BERNAMA JACK SECARA TIBA-TIBA DARI BALIK POHON KERING.
Jack (MEMANGGIL) Ibu, ibu, Ibu.....
Tidak ada yang mendengar, apakah ia telah tuli setuli bumi ini,
Ibu... ibuu... tidakkah kau mendengar jeritan anakmu ini
Aku haus,,,
Aku kepanasan.....
Aku berkeringat....
(MENGHELA NAFAS PANJANG)
(DUDUK LEMAS ) apa yang telah terjadi, aku berada di tempat apa ?
Apakah ini bumi yang katanya satu-satunya sumber kehidupan,
Kehidupan macam apa ? semua serba mati, kering dan panas....
Ini bukan bumi, ini Indonesia, yah negara Indonesia yang GEMA LIPAH LOH JINAWI...
Indonesia, berbicara indonesia aku jadi teringat sesuatu,,,,
Dahulu kala berdiri sebuah kerajaan yang bernama majapahit, kerajaan tersebut sangat makmur sehingga rakyat hidup sejahtera. Bahkan wilayahnya pun hampir seluruh nusantara...!
Oh selain majapahit ada juga kerajaan besar yang bernama sriwijaya, kerajaan tersebut sangat kaya raya, memiliki armada laut yang kuat, dan wilayah kekuasaan yang hampir meliputi sumatera, jawa dan kalimantan...
Tapi kenapa yang sejahtera dan kaya raya menjadi seperti ini?
Mungkinkah ini kutukan alam...!
(MENGINGAT SESUATU) entah aku dapat dari mana pengetahuan itu, yang jelas sewaktu kecil aku pernah mendengar nenekku bercerita kepadaku, karena aku tak sekolah, jadi jangankan sejarah hitung-hitungan pun tidak bisa.
(TIBA-TIBA ANGIN KERING MENIUPKAN KEARAH JACK) angin tak lagi menyegarkan, aku yang berkeringat seperti ini, tetap saja berkeringat.
(BERDIRI MELANGKAH DAN DUDUK DI ATAS BATU BESAR) jika hanya bercerita seperti ini sama saja TONG KOSONG NYARING BUNYINYA . aku harus melakukan sesuatu, ya..
(SEOLAH-OLAH MENJADI SESEORANG PEMBICARA) seharusnya kita menjadi manusia yang peduli pada lingkungan efek rumah kaca sudah kita rasakan, apa penyebabnya, ? salah satunya adalah ulah dan tingkah laku kita sendiri, kita membuat polusi, merokok, membuang sampah sembarangan dan membuat kebisingan dan tidak memperhatikan kelangsungan kehidupan....! maka dari itu lakukanlah pelestarian lingkungan, hindari merokok, dan membuat polusi udara...!
(TERSADAR) lho kenapa harus aku yang berbicara seperti itu, aku hanya orang biasa yang tidak tahu muncul dari mana, dan hari ini pun hari apa? akupun tidak tahu...
(MENCARI SESUATU DAN MENEMUKAN SEBUAH RANTING YANG SUDAH RAPUH) (MENYANYI) Kenapa harus seperti ini, terasa sepi, sendiri disini, haruskah aku kembali lagi, entah kemana, ku harus kembali,
Ah kemanakah harus bertanya .... dimana aku, siapa aku, kemana aku, bagaimana aku....?
Kenapa harus datang panas ini, kenapa kekeringan di sekitarku... ada apa dengan alam ini, ada apa dengan udara dan suhu yang ku rasakan.
Oh ibu... oh ibu,,,, oh ibu maafkan aku..
(TERJATUH LEMAS) (MEMBUKA BAJU) tempat apa ini ? aku sudah tidak kuat lagi menghadapi keadaan yang seperti ini, panasnya minta ampunnn....!
Aku tahu apa yang menyebabkan keadaannya seperti ini, ini tak lain dan tak bukan ialah ulah kita sendiri... ya bukan.... (TERTAWA)
(TERSADAR) ohh kenapa menyalahkan diri sendiri, memang kita melakukan apa?
(MENJADI ORANG LAIN) kenapa kau menyalahkan kami, memang apa salah kami adakah keraguan yang datang di benakmu sehingga membuatmu berpikir seperti itu.
(KEMBALI KE DIRINYA) he... aku tak berbicara main-main, ini pembicaraan serius dan memang benar kitalah yang berperilaku jahat dan semena-mena terhadap kelestarian alam ini... siapa yang berkata kalau pembicaraanku ini adalah hanyalah main-main, kau ...! apa kau...! dan apa kau....!
(MENJADI BINATANG) aku tidak tahu apa-apa aku saja mencari makan susah karena sekarang rumah ku ini tak seperti dulu lagi.
(KEMBALI KE DIRINYA) hmm benar-benar sekali lah siapa yang menganggap pembicaraan ini adalah main-main? Ah sudahlah tidak penting membicarakan semua itu.
Yang penting ialah bagaimana aku bisa kembali ke asalku...! dan yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan sesuatu untuk perubahan yang benar-benar perubahan.
(BERPIKIR) (SAMBIL BERSIUL-SIUL) kenapa saat aku bersiul seperti ini tak ada burung yang menyahut siulanku...? memang aneh benar-benar aneh...
(MENYANYI) mungkin alam telah bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa..
Akhirnya aku dapat menarik kesimpulan bahwa penyebab semua ini adalah Tuhan... ya tuhan mulai bosan akan tingkah kita.
Tuhan telah menciptakan bumi beserta isinya, menciptakan alam semesta beserta penghuninya...
Nah semua itu tergantung pada kita, bagaimana kita menjaga atas pemberian tuhan itu, apakah kita harus semen-mena apakah kita harus saling menyalahkan, apakah kita harus selalu setia menunggu sebuah peristiwa yang benar-benar sakral untuk manusia.
Dan perstiwa itu benar-benar akan datang, kita lihat saja sekarang apa yang aku rasakan atas suasana dan cuaca saat ini, panas bukan..! apabila suatu benda sering terkena panas pasti akan hancur, dan mungkin saja sebentar lagi matahari bukan lagi menyinari tetapi menghantui....!
Peristiwa itu akan dan pasti datang....
Ingat keberlangsungan hidup kita terancam..
(TERJATUH LEMAS) apa ini, perkataan apa yang lahir dan keluar dari ulu hatiku ini, sekarang ku dihadapkan oleh sebuah ancaman dan kegelisahan akan diriku dan kebenarannya... kenapa harus aku yang seperti ini, kenapa mesti terjadi..!
Ibu,,,,, ibu..... kenapa aku harus memanggilmu, kenapa...!
Dimanakah anakmu ini berada, ini tempat apa..? apakah ini neraka yang kau pernah ceritakan kepadaku, kenapa tempat ini kering dan mataharinya tak bersahabat. Mungkinkah karena perubahan inilah yang membuatku berada disini, apa benar aku yang diutus untuk menolong umat manusia?
Ah tidak itu hanya omongan yang tak ada ujung kebenarannya...! pastikanlah kepada kau yang melihat ini semua. Aku datang bukan untuk menolong dan untuk di tolong. Tapi aku mencari jawaban apa sebanarnya yang terjadi padaku, kenapa aku harus berada disini...?
(TIBA-TIBA MUNCUL CAHAYA ANEH MENYOROT KEPADA SATU TITIK) oh kenapa sekitar gelap.. aku tidak merasakan apa-apa tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar... gelap....
(BERPUTAR-PUTAR) oh kenapa ini- kenapa... ibuuuu ibuuuu ibuuuu, apa yang terjadi... apa yang terjadiii..
(TERJATUH LEMAS) (MENANGIS) (MENYANYI) ohh ibuuu ibuku, ibumu ibu kita semua, apa yang terjadi pada tempat ini, apakah naluri seluruh umat manusia telah mati akan alam ini.. sehingga kegelapan, kengerian dan keheningan ini tercipta...!
(CAHAYA WARNA SENJA MENYALA) ahhh akhirnya aku bisa merasakan semua, (TERINGAT) kenapa aku tadi berbicara seperti itu,,..! siapakah aku? Dimanakah aku?(DIAM)
Sejak tadi aku muncul dan secara tiba-tiba aku disini, aku terus bertanya siapa aku, dimana aku dan kenapa aku?
Semua pasti tak akan menemukan jawabannya, dan pasti akan buntu....!
Jika dpikir-pikir tadi aku merasakan panas, merasakan kegelapan, dan sekarang aku merasakan akhir dari penderitaan.. yah ini senja kan? sebentar lagi akan datang malam ? Ini mungkin pertanda akhir dari kehidupan...
(TERSADAR) tidak-tidak aku bicara apa, (DIAM) nglantur..!
(CAHAYA KEMBALI TERANG) lihat panas datang lagi dan bahkan sekarang ditambah dengan hujan, kenapa dengan tempat ini, kenapa ..? apa yang telah kita lakukan ? apa yang kau lakukan dan aku lakukan? Semua berkisar kepada kita...! aku ,...... aku mungkin adalah kegelisaan dari diriku yang telah lama mati.... karena aku yang membuat semua ini terjadi... dan mungkin tempat ini adalah tanah kelahiranku....
Ibu......
Ibu....
Ibu....
Ibu.... pertiwi,,,....
Ibu bumi...........
Lampu fade out... diiringi musik menyayat.....
Jember, 5 Juni 2011
Sabtu, 02 Juni 2012
Anak-Anak Dunia
act 1
act 2
act 3
act 3
dikisahkan sekumpulan anak-anak dunia yang selalu riang gembira, kemudian dilanda duka dan lara akibat perilaku manusia sekarang, yang tak mampu melestarikan dan menjaga bumi agar tetap lestari... mereka berusaha menyadarkan manusia yang jahat tersebut dengan kegigihannya mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk bumi dan lingkungan sekitar...
I WANT A FREE SCHOOL
I WANT A FREE SCHOOL
BABAK I
Beberapa kotak diatas terdapat kursi diletkkan
disampiung kanan panggung.
Suasana sunyi bersama lampu menyala muncul seorang
membacakan UUD pasal 29 ayat 1.
Dan masuk music menyayat dalam kesunyian. Dan actor
pambaca keluar panggung lampu hanya menyorot tumpukan balok..
Dari arah penonton actor golongan bawah masuk merayap
berusaha menghampiri tumpukan balaok dan ingin menjangkau kursi yang ada
diatasnya. Sambil mengucapkan “schooool”
I want a free School di ucapkan berkali-kali. Masuk panggung meeka
kelaparan kehausan, ketakutan dan kegelisahan.
Masuk dari arah penonton salah satu actor golongan
atas, dengan menari “seperti tarian
balet” membawa mangkok besar dan
meletakkannya di samping kiri belakang panggung, secara serentak actor golongan
bawah merayap menghampiri mangkok tsb, dan berebut memakan isi mangkok, sambil
menari actor golongan atas memutari segerompobalan actor golongan bawah dan
menuju kursi yang diletakkan diatas balok dan duduk sambil membaca buku.
Makanan dalam mangkok tersebut telah habis actor
golongan bawah kembeli merayap kearah tumpukan balok. Sampai ketengah panggung
mereka kelaparan lagi kehausan, ketakutan dan kegelisahan menghantui mereka.
Masuk 4 aktor gologan atas sambil menarikan (interaksi
gerak antara kaya dan miskin)
Actor golongan bawah pun mengikuti menari (interaksi
atas tarian dari golongan atas).
Masuk orang berdasi sambil melempar lempar kursi
sekolah melakukan tarian interaksi thd gologan atas dan golongan bawah).
Actor berdasi naik keatas balok dan salah satu dari
mereka bermonolog orasi akan janji janji
system pendidikan yang akan diberikan.
Actor golongan atas
duduk dikursi yang dilemparkan dan actor golongan bawah diduduki kursi
yang dilemparkan.
Masuk orang-orang menyerupai guru member beberapa buku
kepada actor golongan atas dan memberikan kertas yang telah disobek-sobek ke
actor golongan bawah. Dan Keluar panggung
Orang berdasi 1 : membuka
acara kuis Ya selamat datang dikuis pendidikan Indonesia…! Dari kelompok A
mana pendukungnya… (semua bersorak) dan dari kelompok B (semua mencemoooh) baik
kita mulai dengan pernyataan pertama.
1.
Akan
menambah buku-buku penunjang baru.
Golongan atas : Menjawabnya
dengan nominal harga Rp 40.000, 5 dolar dll
Golongan bawah : membacakan pasal 29 ayat 1
2.
Seragam
baru?
Golongan atas : 300.000 /400.000/ 500.000/ 600.000
Golongan bawah : membacakan pasal 29 ayat 1
3.
Ruang
kelas ber AC ?
Golongan atas : 300.000 /400.000/ 500.000/ 600.000
Golongan bawah : membacakan pasal 29 ayat 1
4.
Computer
untuk meningkatkan atualtas teknologi informasi?
Golongan atas : 500.000 /550.000/ 600.000/ 650.000
Golongan bawah : membacakan pasal 29 ayat 1
5.
Bus
sekolah ?
Golongan atas : satu juta yahh satu juta
Golongan bawah : membacakan pasal 29 ayat 1
6.
Saran
ibadah baru, ruang kelas baru, toilet baru dan sarana olahraga yang luaas…!
Golongan atas : 3 jt/ 4 jt / 5 jt/ 10 jt
Golongan bawah : tak
mampu menjawab mereka menangis
Aktor berdasi 1 : yaaa telah diketahui pemenangnya
adalah grub A. (semua memberikan aplous) ampai jumpa lagi dikuis pendidikan di
masa presiden selanjutnya..!
Golongan bawah kembali meronta-ronta, kehausan
kelaparan ketidak adilan mereka rasakan.
Golongan atas memposisikan diri pada kursi-kursi untuk
mereka tidur.
Lampu perlahan mati beriringan suara isak tangis dan
rintihan golongan-golongan bawah. Dengan bagroun music menyayat dan mencekam.
Padang Bulan Di rumahku…
Padang Bulan Di rumahku…
Tokoh –
tokoh
·
Padang
·
Bulan
·
Jembar
·
Kalangan,
·
Teman-teman perempuan
·
Teman-teman laki-laki
Seting panggung pekarangan, dan panggung kosong
BABAK I
Lagu
cita-cita
Bulan masuk
panggung, berteriak memanggili teman-temannya.
- Bulan : Haaaaiii …Teman-temaaan …! Padaaang …! Jembaaar …! Kalangan …! Ayo kumpuuul … ! Malam bulan purnama betapa indahnya …! Jangan di rumah saja …! Mari kemari …! Bermain bersama di sini …!
Teman-teman perempuan
bersama padang masuk dengan menari dan menyanyi
- Padang : Mana yang lain ?
- Semua : Jembaaar …! Kalangaaan!
Teman-teman laki-laki
bersama kalangan masuk menari sambil bernyanyi
- Kalangan : mana yang lain ?
- Semua : ayo kita panggil bersama…. 1….2….3, Jembar……!
- Jembar : haiii teman-teman, bagaimana kabar kalian teman-teman…?
- Semua : baik jembar…..
- Jembar : sambil melompat-lompat ayo kita main….
- Semua : aduhhhhhh (seperti terkena gempa) jangan lompat-lompat jembar gempa… tauuu!
- Jembar : uuuhhh kalian ini…
Petang masuk
dengan diam-diam lantas berteriak mengagetkan teman-teman.
- Petang : HEI !!!
- Semua : tidak kagettt, he he he he !
Semuanya
tertawa. Dan petang bernyanyi lalu diikuti teman-temannya.
- Padang : Nah, main apa kita sekarang ? Kejar-kejaran? Sembunyi-sembunyiam? Tebak-tebakan?
- Jembar : maen cublak-cublak suweng saja gimana
- Kalangan : Ya, setuju.
- Padang : Yang jadi, apa hukumnya?
- Bulan : Mmm … Di suruh menari saja.
- Jembar : Usul. Bagaimana kalau menirukan gerak binatang.
- Kalangan : Menirukan gerak binatang dengan tarian?
- Semua : Ya ya ya …
- Kalangan : Setuju?
- semua : Setujuuu …
Menari dengan mengikuti alur lagu cublak-cublak suweng.
Dan yang jadi adalah
jembar,
- Semua : haa jembar jadi... jembar jadi...
- Jembar : yahhhh
- Bersama : (Bersahutan) Haa …Jembar menari Ayo …Ayo …
Jembar berdiri.
Semua menyanyikan lagu “kodok Ngorek” dan jembar menari dengan menirukan gerakan
kodok.
- Bulan : capek yah… teman-teman mainnya dilanjutkan besok yah… kita kumpul disini setelah mengaji yah..
- Semua : iyaaaaa…
BABAK 2
Masuk
anak-anak menari dengan menyanyikan lagu gundul-gundul pacul
Anak-anak berkumpul
membicarakan permainan.
- Bulan : main apa sekarang kita teman-teman?
- Padang : bagai mana kalau main ular-ularan?
- Jembar : trus yang jadi hukumannya apa?
- Semua : apa yaaa?
- Bulan : bagaimana kalau yang jadi, menari lagi,
- Semua : setuju
- Semua : ya ya ya.
Mulai bermain bulan mengkondisikan permainan dan mulai dengan
iringan lagu potong bebek angsa. Tak disangka yang terkena kurungan adalah
jembar, jadi jembar yang kena hukuman.
- Semua : haaaa jembar jadi ayo menari... hayoooo. Hayooo.
- Jembar : yahhh aku lagi... terpaksa deh
Jembar menari, dan setelah selesai mereka kumpul duduk sambil
istirahat dan padang memulai pembicaraan
- Padang :sekarang main apalagi. Oh ya teman-teman kalangan kemana ya….
- Bulan : tadi katanya kalangan mau pergi ke kota dengan ibunya?
- Semua : uuuuuuuuuu Kooooootaaaaaaa
- Bulan : bagaimana kalau sekarang main sembunyi-sembunyian ?
- Semua : iyaaaaa !
- Jembar : tapi aku takut kalau aku jadi lagi ?
- Petang : tidak jembar kita pingsut aja dulu? Okey….!
- Semua : oooookeeeey…!
Mereka semua melakukan pingsut dan yang jadi ialah bulan dan
langsung saja bulan menutup matanya sambil menghitung.
- Bulan : kemana ya… teman-teman
Bulan mencari teman-temannya dengan memutari panggung tapi
teman-temannya tidak telihat sembunyi dimana?.
- Bulan : kemana ya teman-teman? Heiii penonton ada yang tau di mana teman-temanku?
Bulan terus mencari…. Dan
keluar pannggung!
BABAK 3
Lagu
Teman-teman
bulan masuk menari dan menyanyi lagu
trend masa sekarang.
Mereka
membawa gambar-gambar permainan anak sekarang, memegangnya dan
melambai-lambaikan,
Dan bulan
masuk dengan membawa gammbar permainan anak tradisional (gambar dakocan )
dengan menari dan menyanyi lagu cublak-cublak suweng.
Dengan
menari teman-teman bulan beruasaha
memukul gambar yang bulan bawa dengan gambar yang dipegangnya.
Bulan
semakin terdesak dan akhirnya bulan terjatuh.
Teman-teman
bulan tertawa.
Akhir cerita
bulan dibantu semua temannya untuk berdiri dan semua menari dan bernyanyi…
Lagu aku
anak negri
SELESAI
Langganan:
Postingan (Atom)